Minggu, 09 Maret 2014

contoh halogen alkana dan kegunaannya

FUNGSI ATAU KEGUNAAN HALOALKANA (HALOGENALKANA)http://asmaul-aja.blogspot.com/


NO
RUMUS KIMIA
NAMA SENYAWA
KEGUNAAN
1
CH3Cl
Klorometana/klorometil klorida
Bahan pendingin, Industri silikon, dan zat pewarna,sebagai fumigon
2
CH3Br
Bromometana/metil bromida cair
Pemadam kebakaran pesawat terbang, bahan pengasapan pada penyimpanan biji-bijian dan buah-buahan
3
C2H5Cl
Klorometana/etil klorida cair
Pembuatan plastik etil selulosa,anestesi lokal operasi ringan membuta TEL (tetra etil lead)
4
CH2Cl2
Dikloromeana Cair
Pembuatan cat dan anestesi ringan
5
CHCl3
Trikloromrtana/klorofom cair
Bahan pelarut ekstraksi penisilin, anestesi (sudah ditinggalkan karena beracun), bahan utama freon
6
CHI3
Triiklorometana/idioform padat
Bahan obat luka luar dan luka yang sudah abses (bisul)

Note:
Dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan ginjal dan hati
7
CCl4
Zat cair tak berwarna
Tetraklorometana/karbon tetraklorida cair
Bahan pelarut lemak dan oli,bahan dasar freon,pencucian kering,memadamkan api
8
CFC
Freon Cair/Kloroflouro karbon
CHCl2F dan CCl2F2 cair untukrefrigerants pada AC dan kulkas serta pendorong pada aerosol,CCl2F─CClF2 cair untuk pelarut zat pembersih kaca,gelas,lapisan logam
9
CF3 ─ CHClBr
2-bromo-2-kloro-1,1,1-trifluoroetana cair
Obat bius
10
(CF2 ═ CF2)n
Teflon
Pelais antilengket panci, wajan,setrika
11
C2H4Br2
1,2-dibromoetana cair
Zat asiktif pada bensin (pengganti (TEL)
12
BFC
Bromokloro-difluorometana
Memadamkan api

Note :
Dilarang karena merusak lapisan ozon
14
C2H3Cl
Vinilklorida
monomer pembuatan PVC (plastik)
15
Kloroprena
Bahan dasar pada industri plastik dan karet
16
C2H3Cl3
Pelarut polar
17
C3H5Br2Cl
1,1-dibromo-1-kloro propana
Intsektisida pertanian
18
DDT
Dikloro difenil trikloro etana
insektisida
19
HFC
Hidrofluorokarbon,
digunakan pada pendingin,mengembangkan plastik yang memuai dan sebagai bahan bakar dalam aerosol.
20
Hidrokarbon
Senyawa-senyawa ini juga tidak memiliki pengaruh terhadap lapisan ozon
Senyawa-senyawa ini sangat mudah terbakar dan terlibat dalam masalah-masalah lingkungan seperti pembentukan kabut fotokimia.
21
CF2=CF2
Tetrafluoroetena
digunakan untuk membuat poli (tetrafluoroetena) – PTFE.
22
CH2=CHCl,
Kloroetena,
digunakan untuk membuat poli(kloroetea) – biasa disebut PVC.
23
CHCl3
Kloroform
obat bius (anestetika) dan sebagai pelarut untuk lemak, lilin, dan minyak. Namun demikian, efek samping dari kloroform dapat merusak hati sehingga jarang dipakai sebagai obat bius, kecuali untuk penelitian di laboratorium
24
CHI3
Iodoform
berwujud padat pada suhu kamar, berwarna kuning, dan mempunyai bau yang khas
sebagai antiseptik
25
CCl4
Tetraklorokarbon
zat cair yang tidak berwarna dengan massa jenis lebih besar dari air.
tidak terbakar sehingga sering digunakan sebagai pemadam kebakaran. Selain itu, juga digunakan sebagai pelarut untuk lemak dan minyak
26
CF2Cl2
Fluorokarbon
senyawa karbon yang mudah menguap, tidak beracun, tidak mudah terbakar, dan tidak berbau, digunakan secara luas sebagai pendingin dan sebagai gas propelan dalam aerosol

gambar alay season II


pupuk-indonesia.com


bumn.go.id





petrokimia-gresik.com
pupukkaltim.com

Sabtu, 08 Maret 2014

ekstraksi



Ekstraksi
Ekstraksi pelarut atau biasa disebut penyarian, merupakan suatu proses pemisahan dimana suatu zat terdistribusi dalam dua pelarut yang tidak bercampur. Penyarian merupan proses pemisahan dimana suatu zat terdistribusi kedalam dua pelarut yang tidak saling bercampur. Kegunaan besar dari penyarian ini adalah kemungkinan untuk pemisahan dua senyawa atau lebih berdasarkan perbedaan koefisien distribusinya (Kd) (Rudi, 2010)
Prinsip Dasar
Prinsip metode ini didasarkan pada distribusi zat pelarut dengan perbandingan tertentu antara dua pelarut yang tidak saling bercampur , seperti benzen, karbon tetraklorida atau kloroform. Batasan nya adalah zat terlarut dapat ditransfer pada jumlah yang berbada dalam kedua fase pelarut.
Prinsip  dasar lain dari ekstraksi pelarut adalah pemisahan secara komponen dari zat terlarut di dalam dua campuran pelarut yang tidak saling bercampur. Biasanya digunakan dalam kimia organik dan lain - lain.
Jika zat terlarut antara dua cairan tidak saling larut, ada suatu hubungan yang tepat antara konsentrasi zat terlarut dalam kedua fasa terlarut pada keadaan kesetimbangan. Zat tersebut akan terdistribusikan atau terbagi dalam kedua pelarut tersebut berdasarkan koefisien distribusi.
 <script src='http://tateluproject.googlecode.com/files/kembangapi.js' type='text/javascript'></script>

leaching



Leaching?
adalah peristiwa pelarutan terarah dari satu atau lebih senyawaan dari suatu campuran padatan dengan cara mengontakkan dengan pelarut cair. Pelarut akan melarutkan sebagian bahan padatan sehingga bahan terlarut yang diinginkan dapat diperoleh. Metode ini memiliki 3 variabel penting, yaitu temperatur, area kontak dan jenis pelarut.
Contoh penggunaan?
Teknologi leaching biasanya digunakan oleh industri logam untuk memissahkan mineral dari bijih dan batuan (ores). Pelarut asam akan membuat garam logam terlarut seperti leaching Cu dengan medium H2SO4 atau NH3. Contoh operasi ini adalah pemisahan emas dari bentuk padatan berongga dengan menggunakan larutan HCN atau H2SO4. Industri gula juga menggunakan prinsip leaching saat memisahkan gula dari bit dengan menggunakan air sebagai pelarut. Industri minyak goreng menggunakan prinsip operasi ini saat memisahkan minyak dari kedelai, kacang, biji matahari dan lain-lain dengan menggunakan pelarut organik seperti heksana, aseton atau eter. Industri farmasipun menggunakan teknologi ini untuk mengambil kandungan obat dari dedaunan, akar dan batang tumbuhan. Konsep dasar leaching tidak hanya berlaku dalam dunia industri, tapi juga terjadi di lingkungan sehari-hari seperti erosi unsur hara oleh air hujan atau ketika sedang menyeduh teh/kopi.
Secara umum leaching dapat dibagi 2, yaitu:
  1. Percolation (liquid added into solids). Pada metode ini pelarut dikontakkan dengan padatan melalui proses tunak ataupun tak tunak. Metode ini lebih banyak digunakan untuk pemisahan campuran padat-cair di mana jumlah padatan jauh lebih besar daripada fasa cair.
  2. Dispersed Solids (Solids added into liquid). Pada metode ini padatan dihancurkan terlebih dulu menjadi pecahan kecil sebelum dikontakkan dengan pelarut. Metode ini begitu populer karena tingkat kemurnian hasil yang tinggi sehingga dapat mengimbangi biaya operasi pemisahan yang juga tinggi.
Prinsip Kerja
Operasi leaching bisa dilakukan dengan sistem batch, semibatch ataupun continue. Operasi ini biasanya dilakukan pada suhu tinggi untuk meningkatkan kelarutan solut di dalam pelarut. Untuk meningkatkan performance, sistem aliran dapat dibuat secara co-current ataupun counter current.
Setelah operasi leaching selesai, pemisahan fasa padat dari fasa cair dapat dilakukan dengan operasi seddimentasi, filtrasi atau sentrifugasi. Pemissahan sempurna hampir tidak mungkin dilakukan karena adanya kesetimbangan fasa, di samping secara mekanis sangat sulit untuk mencapainya. Oleh karena itu akan selalu adda bagian yang basah atau air yang terperangkap di dalam padatan.

pengeringan



Pengeringan?
 adalah proses pengeluaran air atau pemisahan air dalam jumlah yang relatif kecil dari bahan dengan menggunakan enersi panas.
Pengertian proses pengeringan berbeda dengan proses penguapan (evaporasi). Proses penguapan atau evaporasi adalah proses pemisahan uap air dalam bentuk murni dari suatu campuran berupa larutan (cairan) yang mengandung air dalam jumlah yang relatif banyak.
Tujuan?
menurunkan kadar air bahan sehingga bahan menjadi lebih awet, mengecilkan volume bahan sehingga memudahkan dan menghemat biaya pengangkutan, pengemasan dan penyimpanan
prinsip?

Prinsip Dasar Pengeringan

Proses pengeringan pada prinsipnya menyangkut proses pindah panas dan pindah massa yang terjadi secara bersamaan .

Pertama-tama panas harus ditransfer dari medium pemanas ke bahan. Selanjutnya setelah terjadi penguapan air, uap air yang terbentuk harus dipindahkan melalui struktur bahan ke medium sekitarnya.