Kamis, 06 Maret 2014

setujukah anda Lulusan Teknik Kimia Bergaji Tertinggi di Dunia



setujukah anda dengan ini,,, saya sihh tidak karena saya bisa dicap sebagai lulusan yang materialistis

 KOMPAS.com — Hasil survei National Association of Colleges and Employes (NACE) menyebutkan para pekerja bertitel sarjana teknik kimia saat ini menjadi salah satu profesi dengan penghasilan tertinggi di dunia.

Hasil survei itu menunjukkan bahwa prospek kerja bagi para lulusan teknik kimia cukup luas, beragam, dan banyak dibutuhkan pasar kerja sehingga wajar jika lulusannya berpenghasilan tinggi. Demikian kata Ketua Jurusan Teknik Kimia Universitas Bung Hatta (UBH) Dr Eng Reni Desmiarti, ST MT, di Padang, Senin.

Survei NACE menunjukkan bahwa lulusan perguruan tinggi dari jurusan teknik kimia memiliki penghasilan paling tinggi di dunia dengan gaji rata-rata ratusan juta rupiah per tahunnya.

NACE menyebutkan, terdapat lima jurusan dengan penghasilan tertinggi di dunia, yaitu teknik komputer dengan gaji Rp 673 juta per tahun, teknik kimia (Rp 635 juta), ilmu komputer (Rp 616 juta), rekayasa/penerbangan (Rp 612 juta), dan teknik mesin (Rp 601 juta).

Menurut Dr Eng Reni Desmiarti, banyak perusahaan dalam dan luar negeri yang membutuhkan tenaga terampil lulusan teknik kimia, tetapi ketersediaan alumni jurusan ini masih terbatas.

Sarjana jurusan ini umumnya bekerja di bidang industri yang berkaitan dengan teknik kimia, lingkungan, pegawai negeri sipil, dan tenaga pendidik, tetapi pada dasarnya bisa juga bekerja di bidang mana pun seperti di perbankan, kepolisian, konsultan, dan jasa.

Ia menjelaskan, jurusan teknik kimia merupakan disiplin ilmu yang fokus pada pemrosesan suatu bahan, yang mengubah bahan mentah menjadi produk jadi maupun setengah jadi secara ekonomis.

"Ilmu ini diaplikasikan terutama dalam perancangan dan pemeliharaan proses-proses kimia, baik dalam skala kecil maupun skala pabrik," tambahnya.

Karena itu, lulusan teknik kimia pekerjaannya bertanggung jawab terhadap perancangan dan perawatan proses kimia.

Pada bagian lain, ia menjelaskan, jurusan Teknik Kimia UBH dibuka sejak tahun 1994 dan telah memilik lebih dari 750 lulusan dan program studi ini sudah terakreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Ia menyebutkan, 50 persen tenaga pengajar di program studi ini berkualifikasi S-3 (doktor) dan S-2 (master) lulusan perguruan tinggi dalam dan luar negeri seperti ITB, UI, UTM (Malaysia), dan Gifu University (Jepang).

Menurut dia, mulai tahun ajaran 2012/2013, segala bentuk aktivitas jurusan ini telah menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja guna meningkatkan mutu dan mendukung kompetensi lulusan.

Dengan demikian, lulusan jurusan ini memiliki keahlian di bidang proses kimia dan dapat mengaplikasikan software teknik kimia serta kemampuan merancang teknologi sumber daya alam.


Editor : Caroline Damanik

Ekstraksi Superkritis

Ekstraksi superkiritis merupakan salah satu metode operasi ekstraksi dengan menggunakan solven berupa fluida superkritis, yaitu fluida yang kondisinya berada di atas temperatur dan tekanan kritis. Temperatur kritis adalah suhu tertinggi yang dapat mengubah fase gas suatu zat menjadi fase cair dengan cara menaikkan tekanan. Sedangkan tekanan kritis adalah tekanan tertinggi yang dapat mengubah fase cair suatu zat menjadi fase gas dengan cara menaikkan temperatur. Pada kondisi ini fluida memiliki sifat di antara cairan dan gas. Metode ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
  1. Kekuatan solven dapat diatur sesuai keperluan dengan mengatur kondisi operasinya.
  2. Daya larut solven tinggi karena bersifat seperti cairan.
  3. Viskositas solven rendah karena bersifat seperti gas, sehingga koefisien perpindahan massanya tinggi.
  4. Pemisahan kembali solven dari ekstrak cukup cepat dan sempurna karena pada keadaan normal solven tersebut berupa gas, sehingga dengan penurunan tekanan solven otomatis akan keluar sebagai gas.
  5. Dapat menggunakan solven berupa fluida yang tidak merusak lingkungan dan tidak mudah terbakar.
  6. Difusi dalam padatan dapat berlangsung cepat.
  7. Temperatur operasi bisa rendah sekalipun tekanannya tinggi.
Salah satu fluida yang sering dipakai sebagai solven dalam ekstraksi superkritis adalah gas CO2, yang memiliki temperatur kritis 31,3 derajat Celcius dan tekanan kritis 74 atm. Dengan menggunakan CO2 sebagai solven, ekstraksi superkritis dapat dijalankan pada suhu rendah dan tekanan yang tidak terlalu tinggi. Keuntungan lain adalah kita tidak perlu membuat CO2 melainkan cukup menyaringnya dari udara sekitar.
Sebagai fluida superkritis, CO2 telah cukup banyak dimanfaatkan di bidang penelitian dan industri. Contohnya adalah dalam proses ekstraksi maupun de-ekstraksi senyawa-senyawa aktif dari tumbuhan untuk pengobatan atau senyawa-senyawa penting untuk industri makanan, misalnya ekstraksi minyak atsiri lemon, jahe, beta-carotene dari tumbuh-tumbuhan atau de-ekstraksi kafein pada kopi.


REAKTOR KIMIA

Reaktor adalah suatu alat proses tempat di mana terjadinya suatu reaksi berlangsung, baik itu reaksi kimia atau nuklir dan bukan secara fisika. Dengan terjadinya reaksi inilah suatu bahan berubah ke bentuk bahan lainnya, perubahannya ada yang terjadi secara spontan alias terjadi dengan sendirinya atau bisa juga butuh bantuan energi seperti panas (contoh energi yang paling umum). Perubahan yang dimaksud adalah perubahan kimia, jadi terjadi perubahan bahan bukan fasa misalnya dari air menjadi uap yang merupakan reaksi fisika.
Untuk mendukung agar reaktor dapat berfungsi maksimal dan aman terkendali, maka diperlukan sistem pengendalian proses yang menggunakan beberapa alat tambahan.

Beberapa contoh dari aksesoris tersebut umumnya adalah :
  1. Level Controller (LC), suatu alat yang menjaga agar volum (isi) reaktor tetap terjaga, tidak kehabisan reaktan ataupun kelebihan yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan. Cara kerja dari alat ini adalah dengan terus mendeteksi ketinggian permukaan bahan dalam reaktor, jika kurang dari toleransi yang diberikan (set point) maka kran keluaran (output) akan mengecil sampai ketinggian mencapai tinggi yang telah di set. Sebaliknya jika melebihi kran keluaran akan dibuka lebih lebar untuk mengurangi bahan dalam reaktor.
  2. Pressure Controller (PC), Suatu alat yang bertugas untuk menjaga agar tekanan dalam reaktor masih berada pada kisaran yang ditetapkan. Biasanya diterapkan pada reaktor yang memakai reaktan berfasa gas. Cara kerjanya mirip dengan LC yaitu dengan membuka dan menutup kran.
  3. Temperature Controller (TC), suatu alat yang bertugas agar suhu di dalam reaktor masih berada dalam kisaran suhu operasinya. TC juga bekerja dengan membuka dan menutup kran, namun kran yang diintervensi adalah kran utilitas. Misalnya CSTR berpemanas, jika suhu drop maka kran koil uap panas (steam) akan diperbesar sehingga steam yang masuk akan lebih banyak yang akhirnya suplai panas pun bertambah dan akhirnya suhu reaktor akan bertambah dan suhu reaktor pun dapat kembali ke suhu yang normal. Sebaliknya jika suhu reaktor bertambah.
Dalam teknik kimia, Reaktor kimia adalah suatu bejana tempat berlangsungnya reaksi kimia. Rancangan dari reaktor ini tergantung dari banyak variabel yang dapat dipelajari di teknik kimia. Perancangan suatu reaktor kimia harus mengutamakan efisiensi kinerja reaktor, sehingga didapatkan hasil produk dibandingkan masukan (input) yang besar dengan biaya yang minimum, baik itu biaya modal maupun operasi. Tentu saja faktor keselamatan pun tidak boleh dikesampingkan. Biaya operasi biasanya termasuk besarnya energi yang akan diberikan atau diambil, harga bahan baku, upah operator, dll. Perubahan energi dalam suatu reaktor kimia bisa karena adanya suatu pemanasan atau pendinginan, penambahan atau pengurangan tekanan, gaya gesekan (pengaduk dan cairan), dll.
Gambaran umum:
Ada dua jenis utama reaktor kimia:
  • Reaktor tangki atau bejana
  • Reaktor pipa
Kedua jenis reaktor dapat dioperasikan secara kontinyu maupun partaian/batch. Biasanya, reaktor beroperasi dalam keadaan ajeg namun kadang-kadang bisa juga beroperasi secara transien. Biasanya keadaan reaktor yang transien adalah ketika reaktor pertama kali dioperasikan (mis: setelah perbaikan atau pembelian baru) di mana komponen produk masih berubah terhadap waktu. Biasanya bahan yang direaksikan dalam reaktor kimia adalah cairan dan gas, namun kadang-kadang ada juga padatan yang diikutkan dalam reaksi (mis: katalisator, regent, inert). Tentu saja perlakuan terhadap bahan yang akan direaksikan akan berbeda.
Ada tiga tipe pendekatan utama yang digunakan dalam pengoperasian reaktor:
  • Model reaktor batch
  • Model Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) atau dikenal juga sebagai RTIK (Reaktor Tangki Ideal Kontinu)
  • Model Reaktor Alir Pipa (RAP) atau dikenal juga sebagai RAS (Reaktor aliran Sumbat)
Lebih jauh lagi, reaktor dengan katalisator (padatan) membutuhkan pendekatan yang terpisah dari ketiga model tersebut dikarenakan banyaknya asumsi sehingga menyebabkan tiga model perhitungan di atas tidak lagi akurat.
Beberapa ubahan yang mempengaruhi rancangan reaktor:
  • Waktu tinggal
  • Volum (V)
  • Temperatur (T)
  • Tekanan (P)
  • Konsentrasi senyawa (C1, C2, C3, …,Cn
  • Koefisien perpindahan panas (h, U), dll

RATB (Reaktor Alir Tangki Berpengaduk)

 
sumber: wikipedia
Bagian dalam suatu RATB.
RATB dikenal juga sebagai RTIK (Reaktor Tangki Ideal Kontinu). Di RATB, satu atau lebih reaktan masuk ke dalam suatu bejana berpengaduk dan bersamaan dengan itu sejumlah yang sama (produk) dikeluarkan dari reaktor. Pengaduk dirancang sehingga campuran teraduk dengan sempurna dan diharapkan reaksi berlangsung secara optimal. Waktu tinggal dapat diketahui dengan membagi volum reaktor dengan kecepatan volumetrik cairan yang masuk reaktor. Dengan perhitungan kinetika reaksi, konversi suatu reaktor dapat diketahui.
Beberapa hal penting mengenai RATB:
  • Reaktor berlangsung secara ajeg, sehingga jumlah yang masuk setara dengan jumlah yang ke luar reaktor jika tidak tentu reaktor akan berkurang atau bertambah isinya.
  • Perhitungan RATB mengasumsikan pengadukan terjadi secara sempurna sehingga semua titik dalam reaktor memiliki komposisi yang sama. Dengan asumsi ini, komposisi keluar reaktor selalu sama dengan bahan didalam reaktor.
  • Seringkali, untuk menghemat digunakan banyak reaktor yang disusun secara seri daripada menggunakan reaktor tunggal yang besar. Sehingga reaktor yang di belakang akan memiliki komposisi produk yang lebih besar dibanding di depannya.
  • Dapat dilihat, bahwa dengan jumlah RATB kecil yang tak terbatas model perhitungan akan menyerupai perhitungan untuk RAP.

RAP (Reaktor Alir Pipa)

RAP dikenal juga sebagai RAS (Reaktor aliran Sumbat). Dalam RAP, satu atau lebih reaktan dipompa ke dalam suatu pipa. Biasanya reaksi yang menggunakan RAP adalah reaksi fasa gas.
Reaksi kimia berlangsung sepanjang pipa sehingga semakin panjang pipa konversi akan semakin tinggi. Namun tidak semudah ini menaikkan konversi, dalam RAP konversi terjadi secara gradien, pada awalnya kecepatan reaksi berlangsung secara cepat namun setelah panjang pipa tertentu jumlah reaktan akan berkurang dan kecepatan reaksi berlangsung lebih lambat dan akan makin lambat seiring panjangnya pipa. Artinya, untuk mencapai konversi 100% panjang pipa yang dibutuhkan adalah tak terhingga.
Beberapa hal penting mengenai RAP:
  • Perhitungan dalam model RAP mengasumsikan tidak terjadi pencampuran, dan reaktan bergerak secara aksial bukan radial.
  • Katalisator dapat dimasukkan melalui titik yang berbeda dari titik masukan, diharapkan reaksi lebih optimal dan terjadi penghematan.
  • Biasanya, RAP memiliki konversi yang lebih besar dibanding RATB dalam volum yang sama. Artinya, dengan waktu tinggal yang sama RAP memberikan hasil yang lebih besar dibanding RATB.

Reaktor Semi-Batch

Reaktor jenis berlangsung secara batch dan kontinyu secara bersamaan. Contoh paling sederhana misalnya tangki fermentor, ragi dimasukkan sekali ke dalam tangki (secara batch) namun CO2 yang dihasilkannya dikeluarkan secara kontinyu. Contoh lainnya adalah klorinasi, suatu reaksi cair-gas, gas digelembungkan secara kontinyu dari dasar tangki agar bereaksi dengan cairan di tangki yang diam (batch).